COVER

COVER

TempatAirMineral_zpsapwesgl8.gif~c100 Obat Cepat Hamil 4_zpsdhwun6h3.gif~c100 PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik
IKLAN dan RE-VIEW GRATIS Bagi sobat blogger yang ingin produknya diiklankan di blog kami ataupun yang ingin blognya untuk di re-view bisa kirim permintaan lewat email. Iklan dan Re-view akan kami tampilkan secara gratis di blog kami selama 1 sampai 2 bulan…

18 Mei 2011

Sekulit Ari Tentang “Harun Yahya”


Nama Harun Yahya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, kecuali kalau kita jarang membaca tulisan, artikel ataupun berita maka ada kemungkinan kita tidak mengenalnya. Nama asli Harun Yahya adalah Adnan Oktar (dibeberapa media juga ditulis Adnan Hoca). Ia dikenal sebagai tokoh terkemuka Turki dan ilmuwan islam yang paling menentang Teori Evolusi Darwin atau Darwinisme. Nama pena Harun Yahya berasal dari gabungan dua nama Nabi, yaitu: Nabi "Harun" dan "Yahya". 

Pria ini lahir di Ankara tahun 1965, menetap disana, kemudian pada tahun 1979 ia pindah ke Istanbul untuk menuntut ilmu di akademi Seni di Universitas Mimar Sinan. Harun Yahya memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979. Selama berada di universitas Mimar Sinan, ia melakukan pengkajian filsafat dan ideologi materialistic yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar. Harun Yahya juga telah menghasilkan berbagai karya tentang Zionisme dan Freemasonry, serta ratusan buku yang mengulas masalah akhlak dalam Al-Qur'an dan bahasan-bahasan lain yang berhubungan dengan akidah. Harun Yahya mempelajari ilmu filsafat di Universitas Istanbul. Meskipun sering menulis tentang sains, ia tidak pernah benar-benar mempelajari sains pada tingkat universitas.

Tulisan Harun Yahya, khususnya mengenai teori evolusi, telah dikritik dan dibantah secara luas oleh kalangan ilmiah. Mereka yang membantah antara lain :
1.      Gerdien de Jong, dari Utrecht University, mengatakan bahwa penalaran Harun Yahya mengenai evolusi absurd. Kevin Padian, profesor Biologi dari University of California, Berkeley, mengatakan bahwa Harun Yahya tidak memiliki pengertian mengenai bagaimana mahluk hidup berubah.
2.      PZ Myers, profesor Biologi dari University of Minnesota, Morris, mengatakan bahwa tulisan Harun Yahya mengikuti pola yang repetitive, menunjukkan foto fosil dan hewan yang masih hidup, dan mengklaim bahwa tidak ada perubahan. Namun, klaim ini biasanya salah, karena mahluk yang ditunjukkan itu telah berubah.
3.      Komisi Eropa untuk Budaya, Ilmu, dan Pendidikan mengatakan dalam laporannya bahwa dalam buku Harun Yahya mengenai evolusi, tidak ada argumen yang didasari pada bukti ilmiah.
4.      Richard Dawkins, pakar evolusi terkemuka, menulis resensi mengenai tulisan Harun Yahya, dan menunjukkan sejumlah kesalahan fakta, seperti identifikasi spesies yang keliru, dan pemakaian foto yang tidak menunjukkan spesies yang sesungguhnya ada. Selanjutnya, Dawkins mengatakan bahwa Harun Yahya tidak mengerti apa yang dia berusaha untuk bantah. 

Selain dari para ilmuwan sains, bantahan juga datang dari Abu Hudzaifah al-Atsari. Ia mengatakan : “Kesalahan-kesalahan beliau (Harun Yahya) ini tersebar di mayoritas buku-bukunya yang membicarakan tentang Islam. Kami tidak menutup mata dari mashlahat yang beliau berikan bagi ummat di dalam membela Islam dan membantah faham-faham materialistis saintifis. Namun, biar bagaimanapun beliau adalah manusia yang kadang salah kadang benar, sehingga kita wajib menolak kesalahan-kesalahannya dan wajib menerangkannya kepada ummat agar ummat tidak terperosok ke dalam kesalahan yang sama. Semoga Allah menunjuki diri kami, diri beliau dan seluruh ummat Islam.”

Bantahan tersebut antara lain :
1.      Harun Yahya memiliki perkataan yang bernuansa shufiyah kental, yakni meyakini pemahaman ”Allah ada dimana-mana”, bahkan beliau memiliki perkataan yang mengarah kepada konsep Wihdatul Wujud yang kufur, semoga Allah memberinya hidayah dan mengampuninya.
2.      Harun Yahya memiliki aqidah yang serupa dengan Qodariyah-Mu’tazilah di dalam masalah Qodar (Taqdir), sebagaimana secara jelas terlihat pada tulisannya di halaman 190 akhir.
3.      Harun Yahya memiliki aqidah yang dekat kepada Jahmiyah di dalam menolak sifat-sifat Allah, terutama sifat istimewa Allah di atas Arsy-Nya dan Arsy-Nya berada di atas langit.
 
Oktar telah menulis banyak buku dengan menggunakan nama pena Harun Yahya (Harun dan Yahya), yang isinya menentang teori evolusi Charles Darwin. Ia juga berpendapat bahwa teori evolusi secara langsung berkaitan dengan kejahatan-kejahatan materialisme, Naziisme dan komunisme. Perlu dicatat bahwa Harun Yahya tidak memiliki pendidikan dalam Biologi atau ilmu lain yang relevan dengan konsep evolusi. Kebanyakan argumen dalam pandangan anti evolusi Harun Yahya mengutip dan identik dengan argumen-argumen anti evolusi (kreasionisme) yang diajukan sejumlah kelompok Kristen tertentu yang menolak evolusi, yang telah sering dibantah oleh komunitas ilmiah. Tulisan Harun Yahya mengenai evolusi berusaha memberi kesan ilmiah, namun tidak mengikuti standar ilmiah dalam mencakup pembahasan yang seimbang mengenai argumen kedua belah pihak dalam masalah evolusi.
Topik-topik ilmiah, yang kadang dianggap rumit dan membingungkan, diuraikan dengan sangat lugas dan jelas dalam buku-buku Oktar. Tidaklah mengherankan jika buku-buku tersebut menarik semua orang dari segala umur dan lapisan masyarakat.

Namun, pembahasan Oktar mengenai Evolusi mendapat banyak kritikan dari para kalangan ilmuwan. Taner Edis, dari Truman State University, mengatakan bahwa publikasi Harun Yahya sangat populer karena diproduksi dengan kualitas penerbitan yang tinggi dan bahasa yang sederhana, tapi materinya berupa argumen yang secara ilmiah bisa diabaikan dan mengandung distorsi yang tidak memiliki dasar ilmiah.
 Ia juga telah menerbitkan berbagai tulisan tentang Zionisme dan Freemasonry, dan menuduh kaum Zionis melakukan rasisme dan menegaskan bahwa Zionisme dan Freemasonry telah menimbulkan banyak pengaruh negatif terhadap sejarah dan politik dunia. Namun belakangan, ia menjelaskan bahwa kecamannya secara khusus ditujukan pada Zionis yang ateis, dan ia menganjurkan toleransi terhadap Yahudi yang tidak ateis.[11]
Buku-buku Oktar yang berkaitan dengan iman berusaha untuk mengkomunikasikan keberadaan dan keesaan (Tauhid) Allah menurut iman Islam, dan ditulis dengan maksud utama memperkenalkan Islam kepada mereka yang tidak mengenal agama ini. Setiap bukunya yang berkaitan dengan sains menekankan pandangan-pandangannya tentang keperkasaan, kedalaman, dan keagungan Allah secara terinci. Buku-buku ini berusaha memperlihatkan bagi kaum non Muslim apa yang diklaim Oktar sebagai tanda-tanda keberadaan Allah, dan kesempurnaan ciptaan-Nya. Sebuah sub kelompok di dalam seri ini adalah seri "Buku-buku yang Menghancurkan Kebohongan Evolusi". Tujuan utama buku-buku ini adalah menyerang gagasan-gagasan Materialisme, Evolusi, Darwinisme, dan ateisme. Akhirnya, ia telah menulis lebih dari 100 buku yang mengungkapkan moral Al Qur'an dan masalah-masalah yang berkaitan dengan iman. Bagi pembaca Muslim, buku-buku tersebut berisikan nasihat dan peringatan. Penulis telah menerbitkan karya-karyanya tentang hal-hal pokok yang disebutkan dalam Al-Qur'an agar kaum Muslim dapat meningkatkan ketaqwaan dan kemampuan berpikir mereka secara mendalam.

Ratusan buku konon ditulis oleh Oktar. Karena itu sebagian orang mengklaim bahwa orang lain mestilah telah ikut menyumbangkan, atau menulis, banyak dari buku-buku itu. Tuduhan ini dengan keras disangkal di situsnya; ia mengklaim bahwa dia adalah satu-satunya penulis dari semua buku itu. Namun, ia juga menyangkal telah menulis "Kebohongan Holocaust" yang mula-mula diterbitkan atas nama Harun Yahya.

Wallahul muwaffiq







5 komentar:

  1. Selamat malam, SOb. Moga artikelnya dapat memberikan pencerahan utk kita. :p:

    BalasHapus
  2. bisa tolong di jelasin gag kang masalah 'Harun Yahya juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust, berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı (Kebohongan Holocaust). '

    makasii kang iia :)

    BalasHapus
  3. Allah adalah Dzat yang maha halus :

    Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu
    yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. ( Ar-Rahmaan (Yang Maha Pemurah) : 26 - 27 )

    Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ( Al Hajj : 63 )

    Sehingga Allah tidak dapat dilihat oleh mata manusia ( Gaib ) :

    Dia (Allah) tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al an'am,6: 103)

    Dan Allah tidak dibatasi ruang dan waktu :

    Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya . Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan ".(QS. Al-Hadid : 4)

    Kalau kita hubungkan dengan logika manusia DZAT YANG MAHA HALUS ALLAH SWT sama dengan zat yang sangat halus atau yang paling terkecil, tidak dapat dibagi-bagi lagi (tunggal) dan tidak dapat dilihat oleh mata manusia adalah Atom yang merupakan satuan dasar materi yang mengandung inti atom (nucleus) yang terdiri atas proton yang bermuatan positif, dan neutron yang bermuatan netral dikelilingi oleh awan elektron yang bermuatan negative. Realisasinya bisa dibuktikan dengan metode penerapan energi listrik yang mengalir lewat perantara namun karena listrik terlaksana oleh zat-zat yang sangat halus atau yang paling terkecil yaitu partikel atom maka seberapa jarak dan waktunya sama dengan nol atau JARAK DAN WAKTU = 0, detik itu juga saklar lampu di aktifkan maka detik itu juga lampu akan menyalah. Listrik tidak dapat dilihat tetapi bisa dirasakan dan dinikmati BEGITU JUGA ALLAH SWT TIDAK DAPAT DILIHAT TETAPI KEBERADAAN-NYA BISA DIRASAKAN DAN DIKETAHUI DARI KEBESARAN DAN KEAGUANGANNYA. Listrik dapat mengalir tanpa dibatasi jarak dan waktu asalkan masih melewati perantaranya/pengantarnya BEGITU JUGA DZAT ALLAH KARENA MENGANTARNYA MELIPUTI LANGIT DAN BUMI MAKA DZAT-NYA TAK DIBATASI RUANG DAN WAKTU. Allah SWT bersemayam di Arsy-Nya yang meliputi langit dan bumi adalah Nur-Nya yaitu Radiasi elektromagnetik bersifat infinite (tidak berujung) by Neil Amstrong. Allah SWT dan Nur-Nya merupakah satu wujud DZAT yang sama yaitu DZAT Yang Maha Halus dan Tunggal. Nur Allah/Tali Allah/Wasilah bersumber dari Allah SWT via Baitul Makmur (Kiblat para Malaikat) via Baitul Maqdis Palestina via Baitullah Kabah via rohania Para Nabi dan Rasul serta Auliyah-Auliyah Allah Pilihan atau Wali Allah. Nur Allah bukanlah perantara namun bersifat langsung karena terlaksana oleh Dzat-Dzat yang maha halus maka jarak + waktu = 0 atau tak dibatasi ruang dan waktu. Sama dengan listrik karena terlaksana zat-zat yang sangat halus (Atom) maka jarak + waktu = 0, jika anda memecet saklar maka lampu akan menyalah. Begitu juga Nur Allah/Tali Allah jika anda bermunajat kepada Allah SWT melaluinya maka detik itu juga sampai kepada Allah. Berkiblat ke Kabah sama saja anda telah menghubungkan diri dengan Nur Allah tetapi hal itu harus dijiwai dengan NIAT.

    BalasHapus
  4. setauku lo teori Darwin mang sangat menyesatkan ...
    masa manusia berasal dari kera..Jelas2 sangat menggelikan..Coba lo mang teori Darwin buktinya bnyak yang menyangkal..
    Coba jelaskan gmana menurut Anda Teori Darwin itu sperti apa ??

    BalasHapus
  5. Artikel yang mantap dan menambah pengetahuan tentang agama. Thanks sudah sharing :) tentang teori darwin menurut saya merupakan tahap awal untuk menemukan yang Maha Awal :)

    BalasHapus

a