COVER

COVER

SHARING EXPERIENCES ABOUT

“WATER and WASTE WATER TREATMENT”

KEEP THE POWER OF HONESTY… Bagi Yang Berminat Untuk Menjadikan Artikel Kami Sebagai Referensi, Mohon Dengan Sangat Untuk Mencantumkan Alamat Asalnya (Reference) : http://www.cerita-dan-ilmu.net/ atau Cerita dan Ilmu

Minggu, 29 Mei 2011

Tahukah Anda Siapa Manusia Terpintar di Dunia…???

Tahukah anda siapa orang terpintar dan ter jenius yang pernah dimiliki dunia???...   apakah Da Vinci? Ataukah John Stuart Mills? Atau juga Albert Einstein? ….

Ketiga orang yang disebutkan diatas memiliki nama yang popular karena kejeniusan mereka yang telah memberikan banyak pengaruh dalam dunia ilmu pengetahuan pada bidangnya masing-masing.
Tetapi nampaknya jawara manusia terjenius yang pernah dimilliki dunia adalah orang yang memiliki angka IQ mencapai antara 250 – 300. Dia adalah William James Sidis, dalam sejarah namanya tidak banyak dikenal orang bahkan terkesan tenggelam dan kalah populer oleh nama-nama seperti Da Vinci, John Stuart Mills dan juga Albert Einstein.

William James Sidis mengerti 200 jenis bahasa yang ada di dunia, tidak hanya itu ia pun piawai menerjamahkannya dengan cepat dan mudah. Ia memliki kemampuan yang luar biasa dengan mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan hanya dalam sehari. Keberhasilan William Sidis tak lepas dari andil sang ayah Boris Sidis, seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Sang ayah Boris Sidis juga seorang lulusan Harvard University, ia adalah murid psikolog ternama William James (Nama psikolog William James menginspirasinya yang kemudian menjadi nama depan anaknya). Boris Sidis memang dengan sengaja menjadikan anaknya (William James Sidis) sebagai purwarupa pendidikan baru yang sekaligus menjadi kritik tajam terhadap sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya menjadi cikal bakal kejahatan, kriminalitas serta penyakit yang marak terjadi di masyarakat. Namun sayang William James Sidis harus menghembuskan napas terahurnya di usia 46 tahun, usia yang tergolong masih muda bagi seorang ilmuwan dan sebuah saat dimana semestinya menjadi masa produktif seorang ilmuwan. 

Ironisnya William James Sidis meninggal dalam keadaan terasing dan amat miskin. Banyak orang kemudian berpendapat bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika menimbulkan sisi negative dalam kehidupannya dan membuatnya tersiksa.
Beberapa tahun sebelum Wlliam James Sidis meninggal, ia sempat mengatakan kepada public bahwa ia menjadi benci terhadap matematika, sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya dan menjadikannya incaran pers dan public. Sidis merasa gagal dalam berkehidupan social sebab ia hanya sedikit memiliki teman. Bahkan sering kali ia juga diasingkan oleh rekan-rekan sekampusnya. Semasa hidupnya William James Sidis tidak pernah memiliki seorang pacar bahkan istri. Ia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya, ia ditinggal begitu saja. 

Ia lebih suka mengembara dan mengasingkan diri dalam kerahasiaan. Ia meninggalkan keluarganya dan berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang notabene adalah proyeksi sang ayah (Boris Sidis). Ia mulai sadar bahwa hidupnya adalah hasil plot orang lain dan ia sengat menentang hal itu, sehingga menjadikannya seorang pengembara untuk dapat menemukan jati diri yang sebenarnya.

William James Sidis berkeinginan kuat untuk lari dan lepas dari baying-bayang sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri dan menjalani kehidupan mebagaimana seharusnya kehidupan itu dijalani. Namun naas ia tidak pernah bisa lepas dari keadaan yang telah di plot oleh sang ayah karena pers dan publik sudah terlanjur menjadikan Sidis sebagai icon sebuah berita yang mampu menyedot perhatian banyak orang. Tak ayal lagi kemanapun ia pergi dan bersembunyi, pers pasti bisa menemukannya. 
Plot dan pengaruh sang ayah tak pernah bisa ia lepaskan dan sudah terlanjur tertanam bak sebuah bom waktu bagi Sidis yang pada akhirnya meledakkan dirinya sendiri.

 
Refference : wikipedia.com

 





14 komentar:

  1. Sangat disayangkan ya sob, coba klo masih hidup apa yg akan dibuatnya didunia ini...

    BalasHapus
  2. orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tapi tidak pernah menanyakan apa yang terbaik untuk anaknya

    nice info mas :)

    BalasHapus
  3. waahhhh keren juga bro :) :) :)

    BalasHapus
  4. info yg bagus gan...izin sharing...

    BalasHapus
  5. @Alhuda : silahkan sobat...

    BalasHapus
  6. Hebat" terkesan w bacanya...
    w sharing yah gan infonya... ^^

    BalasHapus
  7. sayang sang jenius meninggal dgn tragis..dia tdk bahagia..keinginanya tertutup sama plot orang tuanya..ia merupakan obsesi seorang ayah..

    BalasHapus
  8. kalo terlalu pinter juga ternyta ga baik ya.. hehe

    BalasHapus
  9. dia jadi begitu karena tidak ada teman sepintar dia, n dia merasa tersisih

    BalasHapus
  10. hebat banget William ini.

    BalasHapus
  11. Masih kurang puas ceritanya,

    BalasHapus
  12. kasian sekali nasibnya..seharusnya masuk sejarah, malah sejarah kelam

    BalasHapus

a
ASSALLAMUALAIKUM…. Slamat Menikmati Artikel-Artikel Kecil Kami… Jangan Lupa dan Jangan Sungkan Untuk Memberi Comment ya….