COVER

COVER

TempatAirMineral_zpsapwesgl8.gif~c100 Obat Cepat Hamil 4_zpsdhwun6h3.gif~c100 PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik
IKLAN dan RE-VIEW GRATIS Bagi sobat blogger yang ingin produknya diiklankan di blog kami ataupun yang ingin blognya untuk di re-view bisa kirim permintaan lewat email. Iklan dan Re-view akan kami tampilkan secara gratis di blog kami selama 1 sampai 2 bulan…

30 Juni 2011

Berwudhu’lah Zahir dan Batin

Ada seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf. Dia selalu merasa khawatir jika ibadahnya kurang khusyuk, sehingga ia selalu bertanya kepada orang yang dianggap lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasa kurang khusyuk. 

Suatu ketika, saat Isam Bin Yusuf menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam, ia bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan sholat?"

Hatim pun menjawab, "Apabila masuk waktu sholat, aku berwudhu' zahir dan batin."

Isam Bin Yusuf  bertanya, "Bagaimana wudhu' zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu' zahir sebagaimana biasa kita berwudhu yaitu membasuh semua anggota wudhu' dengan air".

Sementara wudhu' batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :
*  Bertaubat
*  Menyesali dosa yang telah dilakukan
*  Tidak tergila-gila akan dunia
*  Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
*  Tinggalkan sifat berbangga
*  Tinggalkan sifat khianat dan menipu
*  Meninggalkan sifat dengki.

Hatim pun melanjutkan, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku rapi kan semua anggotaku dan menghadap kiblat.

Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan, dan aku rasakan:
1.  Aku sedang berhadapan dengan Allah,
2.  Syurga di sebelah kananku,
3.  Neraka di sebelah kiriku,
4. Malaikat Maut berada di belakangku, dan
5. Aku membayangkan, bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan menganggap bahwa sholatku kali ini adalah solat terakhir untukku,  kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."

"Setiap bacaan dan doa didalam sholatku, aku paham akan maknanya kemudian aku
rukuk dan sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahud dengan penuh
pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat
selama 30 tahun."

Setelah mendengar jawaban Hatim, Isam Bin Yusuf pun menangis, karena ia merasakan ibadahnya yang kurang sempurna jika dibandingkan dengan Hatim.

Sabda Nabi, ”ilmu itu milik Tuhan, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan, insyaAllah Tuhan akan menggandakan 10 kali kepadanya”. semoga kita termasuk orang yang di rahmati-Nya










6 komentar:

  1. kalau lagi hati gak tenang, saya biasa mengambil wudhu’ bisa membuat hati tenang

    BalasHapus
  2. pada saat kita marah , kita bisa berwudhu agar amarah itu hilang da beristighfar agar dijauhkan dari godaan setan (:

    BalasHapus
  3. kapan aku bisa sholat seperti itu,,heeemmm...

    BalasHapus
  4. assalamu'alaikum.. mampir lagi disini

    BalasHapus
  5. Semoga hati kita selalu dijaga kebersihannya. seperti hilangnya kotoran ketika kita berwudhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Allahhumma Amin....

      Hapus

a