COVER

COVER

TempatAirMineral_zpsapwesgl8.gif~c100 Obat Cepat Hamil 4_zpsdhwun6h3.gif~c100 PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik
IKLAN dan RE-VIEW GRATIS Bagi sobat blogger yang ingin produknya diiklankan di blog kami ataupun yang ingin blognya untuk di re-view bisa kirim permintaan lewat email. Iklan dan Re-view akan kami tampilkan secara gratis di blog kami selama 1 sampai 2 bulan…

30 Desember 2014

Membuat Program Pompa ON/OFF dengan PLC (Programmable Logic Control)

Membuat Program Pompa ON/OFF dengan PLC (Programmable Logic Control) ...  Sobat blogger, Setelah tulisan sebelumnya mengenai Pengertian PLC dan Connection I/O PLC dapat sobat pahami dengan baik, maka kali ini saya ingin berbagi ilmu tentang Membuat Program Pompa On/Off dengan PLC.  


Gambar-1 Skema System

Penjelasan gambar-1 diatas :
1.      Storage Tank (TK-01) adalah tangki penampungan air
2.      Transfer Pump (P-01) adalah pompa transfer yang akan mentransfer air dari TK-01 menuju Production Line
3.      LS-1 adalah Level Switch untuk sensor level air. Level air dibagi menjadi 3 yaitu High position (H), Medium position (M) dan Low position (L)
4.      PS-1 adalah Pressure Switch yang akan digunakan sebagai sensor pressure (tekanan). Pressure air dibagi menjadi 2 yaitu High pressure dan Low pressure.

Berdasarkan penjelasan di atas maka yang akan menjadi parameter Input Program adalah LS-1 dan PS-1. Maka perencanaan pengkodean Input dapat dibuat sebagai berikut  :
1.      LS-1H untuk posisi air pada High position
2.      LS-1M untuk posisi air pada Medium posisiton
3.      LS-1L untuk posisi air pada Low position
4.      PS-1H untuk posisi pressure pada High pressure position
5.      PS-1L untuk posisi pressure pada Low pressure position

 Gambar-2 I/O Connection

Berdasarkan gambar-2 di atas maka I/O connection adalah sebagai berikut :
1.      LS-1H masuk ke Input Channel 0 pada Terminal 00
2.      LS-1M masuk ke Input Channel 0 pada Terminal 01
3.      LS-1L masuk ke Input Channel 0 pada Terminal 02
4.      PS-1H masuk ke Input Channel 0 pada Terminal 03
5.      PS-1L masuk ke Input Channel 0 pada Terminal 04
6.      Coil P-01 keluar dari Output Channel 100 pada Terminal 00

Perencanaan jalannya system adalah sebagai berikut :
1.      P-01 akan On jika posisi air pada level M dan pressure pada posisi L. Artinya ketersediaan air ada dan keran pada production line sedang dibuka.
( LS-1M = On AND PS-1L = On    P-01 = On )
2.      P-01 akan Off jika posisi air pada level L atau pressure pada posisi H. Artinya ketersediaan air tidak ada atau keran pada production line sedang ditutup.
( LS-1L = On OR PS-1H = On    P-01 = Off )
 

Gambar-3 Penulisan Ladder Diagram

Gambar – 3 adalah penulisan ladder diagram pada PLC dengan menggunakan contact normally open (NO) dan contact normally close (NC) :
1.      I: 0.01 untuk Input LS-1M menggunakan contact NO
2.      I: 0.02 untuk Input LS-1L menggunakan contact NC
3.      I: 0.03 untuk Input PS-1H menggunakan contact NC
4.      I: 0.04 untuk Input PS-1L menggunakan contact NO


Gambar-4 Program Setelah Dijalankan

Gambar-4 adalah hasil ketika program dijalankan. Ingat : bahwa LS-1L dan PS-1H menggunakan contact NC yang artinya berkebalikan dengan keadaan real dilapangan. Jika keadaan real bahwa contact LS-1L adalah open (Off) maka keadaan di program adalah close (On), dan jika keadaan real bahwa contact LS-1L adalah close (On) maka keadaan si program adalah open (Off). Begitu juga dengan keadaan pada PS-1H. Pada gambar-4 keadaan real dilapangan adalah :
1.      LS-1M adalah contact close (On)
2.      LS-1L adalah contact open (Off)
3.      PS-1H adalah contact open (Off)
4.      PS-1L adalah contact close (On)
Maka P-01 akan On


Gambar-5 Simulasi Untuk Semua Kondisi

Gambar-5 menampilkan simulasi untuk semua kondisi agar memastikan bahwa program bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan di awal. Keadaan ini dapat ditabelkan sebagai berikut :

LS-1M
PS-1L
LS-1L
PS-1H
P-01
1
1
0
0
1 (On)
0
1
0
0
0 (Off)
1
0
0
0
0 (Off)
1
1
1
0
0 (Off)
1
1
0
1
0 (Off)
Tabel-1 Tabel Simulasi Untuk Semua Kondisi

Dimana 1 = Contact close atau On, dan 0 = Contact open atau Off. Pompa akan On apabila LS-1M = On (Ketersediaan air ada) dan PS-1L = On (Keran pada production line sedang dibuka) dan LS-1L = Off (Ketersediaan air tidak tidak ada = ada) dan PS-1H = Off (Keran pada production line sedang tidak tidak dibuka = dibuka)
 
Demikian dan semoga dapat membantu sobat blogger sekalian…
 


( Written By :  AYB )



4 komentar:

  1. Menurut anda sebaiknya untuk COM pada PLC sebaiknya diisi arus positif atau negatif mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk COM pada Input sebaiknya diisi +24VDC, sedangkan untuk COM pada output bisa diisi +24VDC atau menggunakan 220VAC, tergantung model PLC yang digunakan dan wiring setelah PLC.
      Untuk model PLC pada contoh diatas COM bisa diisi +24VDC atau juga 220VAC.

      Hapus
  2. Kunjungan balik min, terimakasih untuk anda yang sudah mengunjungi website saya :) Sedikit masukan juga buat website ini, untuk gambar dalam artikel sebaiknya memakai link anchor supaya lebih mantep :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih banyak atas sarannya sobat. Untuk gambar dalam artikel saya tidak melengkapinya dengan link atau link anchor, karena gambar tersebut adalah gambar original yang saya buat sendiri dan tidak mengambil dari web atau blog lainnya.

      Hapus

a